Buriram, 2 Maret 2026 – Ducati mengonfirmasi kegagalan ban yang dialami Marc Marquez pada MotoGP Thailand 2026 disebabkan oleh pelek roda yang pecah setelah mengenai kerb di tikungan 4. Kepala tim Ducati, Davide Tardozzi, menjelaskan insiden itu membuat Marquez terpaksa memutuskan balapan pada lap 21 pertandingan yang berlangsung di Sirkuit Chang, Buriram.
“Dia mengenai kerb di Tikungan 4 dan pelek roda pecah, lebih tepatnya bengkok parah, menyebabkan kehilangan tekanan udara secara tiba-tiba sehingga harus berhenti,” ujar Tardozzi kepada TNT Sport. Tardozzi mengaku kejadian ini cukup langka dan disebut sebagai hal yang sangat sial bagi Marquez, sebab pembalap lain yang melewati kerb yang sama tidak mengalami masalah serupa.
Kegagalan tersebut bukan penanda satu-satunya masalah pada trek; sehari sebelumnya, Jorge Martin juga mengalami pelanggaran tekanan ban akibat kerusakan pelek yang mirip setelah kontak dengan kerb. Piero Taramasso, bos Michelin, menyebut material ban yang lunak dan kerb yang agresif, ditambah suhu lintasan tinggi, menjadi penyebab utama kerusakan pelek dan ban selama balapan.
Ducati secara keseluruhan gagal tampil kompetitif di Buriram. Fabio Di Giannantonio sebagai pembalap Ducati terbaik hanya finis kelima, dengan jarak lebih dari 15 detik dari juara Marco Bezzecchi. Tardozzi mengaku bingung dengan performa motor yang berbeda jauh dibandingkan sesi tes pramusim di sirkuit yang sama.
Kegagalan Marquez ini sekaligus mengakhiri rekor 88 balapan berturut-turut Ducati yang selalu meraih podium sejak MotoGP Inggris 2021. Balapan MotoGP Thailand 2024 menjadi seri pertama dalam tiga tahun terakhir tanpa Desmosedici di posisi tiga besar.











